Kenari bukan burung asli Indonesia, tapi sudah cukup banyak dikenal sebagai burung hias kecil yang elok dan cantik. Burung mungil ini sangat lincah, suaranya indah, dan banyak menarik minat orang untuk memeliharanya karena perawatannya mudah.
Kenari (Serinus canaria) yang mungil dan berbulu cantik, bukanlah burung asli Indonesia. Burung ini banyak diternak orang di Eropa, Kanada, Jepang, dan Hong Kong, sebagai burung hias yang sangat menguntungkan dari segi komersialnya. Burung ini masuk Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda dulu, diimpor melalui Singapura. Dewasa ini peternakan kenari sudah banyak terdapat di Indonesia.
Burung kenari asli berasal dari Kepulauan Kanari (Canary Islands, sebelah barat benua Afrika). Mereka tersebar di pulau Guam, Canaria, Feneriffa, Palma, Goneera, dan Ferro. Selain itu, burung kenari liar juga terdapat di pulau Elba (dekat Italia), yang ternyata masih satu ras dengan Serinus Canaria yang terdapat di Kepulauan Kanari.
Pada tahun 1478, para pelaut Spanyol membawa ribuan burung liar ke negerinya. Tak dinyana, burung kecil ini dalam waktu singkat telah merebut banyak penggemar. Dan pada sekitar abad ke-16 kepopuleran burung ini menjalar ke Inggris, Perancis, dan Italia. Dimulailah usaha perdagangan burung kenari secara besar-besaran.
Berkembang pesat
Peternakan burung kenari berkembang pesat di Eropa Daratan, terutama, di negeri Jerman, Belanda, Inggris, Spanyol, Portugal, dan Perancis. Para peternak tak sekedar memperbanyak burungnya saja, tapi juga berusaha meningkatkan mutu (memuliakan) burung-burung kesayangannya. Begitu tekunnya para pemulia menyeleksi, memblaster, dan mengembangkan kenari hingga terciptalah aneka ras burung kenari peliharaan yang sangat terkenal keindahan warna bulunya atau bunyi suaranya.
Di antaranya yang terkenal adalah kenari ras Norwich, Yorkshire, Lizard, London Fancy, Scotch Fancy, dan lain-lain. Masing-masing ras burung memiliki perawakan, ciri, dan warna bulu yang berbeda-beda. Tapi yang paling luas tersebar di dunia adalah kenari Jerman biasa. Ras burung kenari ini bentuk dan ciri-ciri tubuhnya masih sangat mirip dengan burung kenari liar, tapi warna bulunya sudah beraneka warna.
Kapan pertama kali burung kenari masuk Indonesia tidak diketahui dengan pasti. Sebelum Perang Dunia II, burung kecil yang gerakannya ringan dan lincah ini sudah dikenal orang sebagai burung mahal. Pada tahun 1939 burung kenari ras Harzer harganya bisa mencapai 15-75 gulden per ekor.
Setelah jaman kemerdekaan, pertama kali tercatat burung kenari dari Singapura masuk Indonesia pada tahun 1949 melalui Jakarta. Tahun 1952 sudah ada peternak burung kenari di Semarang, dan tahun 1956 mulai muncul di Yogyakarta. Pada sekitar tahun 1964, perkembangan peternakan burung kenari mulai bersemi di Solo dan Malang, tapi rupanya yang paling menonjol sapai sekarang adalah peternakan burung kenari yang terdapat di Malang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar