Mendengar Haji Dede tentu mengenalnya sebagai pengusaha baso daging yang sudah familiar. Namun, Haji Dede memiliki hobi baru yaitu menjadi seorang peternak burung. Bahkan, sudah lima bulan lamanya, breeder yang beralamat di Kopo Melati, Bandung makin tertarik dengan burung kicauanjenis kenari besar, dengan Yorkshire, F1, F2, dan tentunya F3.
Dalam mengelola hobi barunya ini Haji Dede dibantu oleh Dery, Kur-Kur, Bayu, dan Jack. Dery adalah tangan kanan Haji Dede dalam menjaga dan merawat burung kicauan miliknya. Dengan modal pertama sekitar 500 juta ini, menghasilkan 50 materi Yorkshire, dan F series sekitar 81 ekor. Tidak tanggungtanggung niatnya untuk turun kedunia kicauan ini.
Breeding yang dilakukan Haji Dede berkonsepkan turun kelapang dengan kualitas baik. Dalam menjaga kualitasnya Haji Dede memiliki tim kesehatan untuk menjaga agar kenari bird farm miliknya tetap fit dan menghasilkan burung gacoan bagi para kicaumania. Dengan melakukan pendataan setiap harinya, bird farm yang dimilikinya bernama Baraya Bdg ini memiliki program setiap minggunya.
Dery menjelaskan bahwa proses perkawinan yang dilakukan Baraya Bdg BF dengan cara pejantan masuk kedalam rumah betina pada pukul 5 sore dan setelah itu pada pagi harinya pejantan diambil kembali. Proses perkawinan dilakukan paling lama satu pekan, anakan kenari yang dilakukan di baraya bird farm ini diloloh oleh tangan. Dengan maksud agar indukan kenari lebih cepat dalam mengahasilkan anakan. Setelah 1 bulan kenari ini dimasukan ke dalam kuliaran. Setelah berusia 2-3 bulan, kenari dipisahkan kembali di kuliaran yang beda tempat.
Baraya Bdg Team ini memberi pakan ebod canary untuk indukan betinanya. Baraya Bdg BF ini memiliki 4 ruangan dimana ruangan pertama adalah ruangan rekondisi untuk kenari yang baru di import akan disimpan di ruangan ini dengan manfaat bagi burung baru yang baru datang untuk menghilangkan stress, membersihkan kutu dan mengenal kondisi sekitar. Lalu ada ruang isolasi. Ruang ini untuk burung yang sakit. mengapa harus diisolasi agar penyakitnya ini tidak menyebar ke burung lainnya, pastinya ada ruangan untuk breeding kenari besar ini dan yang terakhir ruangan ke 4 adalah ruangan untuk penyimpanan burung jantan yang sudah siap turun ke lapang. Dewi Yulianti – Jurnalis Tabloid Ronggolawe
Tidak ada komentar:
Posting Komentar